Catatan Bioskop Kampus: Sundel Bolong

Sundelbolong (1981) disutradarai oleh Sisworo Gautama yang terkenal akan karya film-film horror lokalnya. Suzanna memerankan Alisa, tokoh hantu sundelbolong yang diangkat dari mitos lokal. Alisa berlatar belakang seorang PSK atau orang pada jaman itu menyebutnya “sundel”. Ia berhasil melewati masa lalu yang gelap itu setelah bertemu dengan Hendarto (Barry Prima), seorang nahkoda. Sayangnya, kehidupannya yang sudah tenang itu putus ketika ia harus bekerja kepada “Mami”, orang yang mempekerjakan dia(semacam bandar), saat suaminya pergi berlayar. Alisa dilecehkan oleh anak buah Mami dan ditinggal begitu saja. Hal ini yang membuat Alisa membenci dan menuntut balas dendam dari mereka, satu demi satu.

Dari semua adegan di film ini,  siapa yang tidak ingat dengan adegan(dialog) iconic Suzanna: “Bang satenya bang!”? Pasti mayoritas dari kita tidak akan lupa sosok Suzanna dalam film yang ditayangkan BK di Gentayangan. Mulai dari tatapan yang menusuk, warna wajah putih pucat, gaya bicara dan tawa ringkih yang menakutkan, menjadi gambaran kita mengenai Sundelbolong, begitu juga dengan Suzanna. Dari hampir semua hantu- hantu horror Indonesia yang diangkat ke layar lebar, yaitu sosok perempuan berambut panjang nan misterius, Suzanna-lah yang berhak mendapat pujian karena dialah yang mengangkat tokoh- tokoh itu. Seolah- olah sosok Suzanna menjadi stereotipe untuk menggambarkan hantu perempuan hingga sekarang, termasuk Sundelbolong ini. Kekhasannya memang sangat menarik dan membawakan pengalaman menonton yang berbeda dari film- film lain, apalagi yang tidak dibintangi Suzanna.

Bioskop Kampus kali ini mengambil tema Horror Indonesia. Film yang dikurasi adalah film Indonesia ber-genre horror produksi tahun 1980an. Kenapa? Karena segala hal yang membangun film-film horor ini: baik jumpscare, latar belakang yang menguatkan cerita, sampai sosok hantunya yang sangat berhubungan dekat dan kental dengan mitos dan budaya lokal, bahkan dekat dengan keseharian kita. Film Sundelbolong mengandung budaya mistis lokal dan tokoh hantu Sundelbolong yang khas mendukung tema Bioskop Kampus Gentayangan. Sundelbolong berasal dari cerita mitos yang sama dengan film ini. Seperti yang tadi dibahas, bahwa Sundelbolong identik dengan wanita pucat dan berambut panjang menutupi bagian khas yaitu lubang di bagian punggung si hantu(bolong). Dia adalah arwah penasaran dari wanita yang mati karena diperkosa. Ia lalu melahirkan anaknya di dalam kubur. Pada jaman film ini dibuat, orang- orang masih percaya dengan takhayul dan orang- orang pintar alias dukun, yang menjadi keunggulan dari film Indonesia dan kearifan lokal tersendiri.

Selain cerita- cerita dan kebudayaan lokal yang menguatkan film, isu feminisme juga ditunjukan dalam film ini. Dari mitosnya saja, sudah dapat dibayangkan perlakuan laki- laki terhadap perempuan pada jaman itu. Konon, tokoh Sundelbolong dibuat untuk menghindari perempuan dari pelecehan seks(pemerkosaan) ketika mereke keluar malam hari.

Film Sundelbolong yang merupakan salah satu film horror Indonesia yang legendaris membuat film ini layak untuk diputarkan kembali untuk umum (targetnya adalah Mahasiswa ITB). Ditambah lagi film Sundelbolong yang sudah jarang diputarkan kembali (tidak seperti dulu yang sering diputarkan di televisi) dan mendapatkan VCD nya terbilang sulit pada masa ini semakin membuat kami tertarik untuk memfasilitasi adanya pemutaran film Sundebolong.

mm

Author: Johanes Deninov

Nama asli Johanes Deninov, biasa dipanggil Denijoh. Merantau dari Tangerang ke Bandung, berkuliah di ITB Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Mulai suka film dari dulu, tapi mulai serius mengapresiasi film semenjak masuk LFM ITB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *