Jurnal Ngopi Sinematek

Ngopi kali ini, tepatnya tanggal 23 Mei 2016, kami, beberapa kru LFM yaitu Dinda, Adrian, Ino, Hamjal, Jito, Unyu, Shadiq, Sarcil, Anya, Rifda, Nydia, Echa, Dane, Hans, Khalid, Fia, Santo dan Gita jalan-jalan ke Sinematek yang terletak di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail di daerah Kuningan, Jakarta. Sinematek adalah arsip film yang menyimpan ribuan film.

12

Pada hari itu, kami berkesempatan menonton salah satu film karya H. Usmar Ismail pada tahun 1956. Film yang kami tonton merupakan film musikal pertama di Indonesia, yaitu Tiga Dara (1956). Kami menonton di suatu ruangan yang dilengkapi dengan kursi nyaman seperti di bioskop, dengan proyektor sebagai penampil gambarnya. Di dalam Sinematek pun terdapat banyak poster-poster film Indonesia dari masa ke masa. Terdapat juga ruangan kecil berisi TV dan pemutar DVD apabila ingin menonton film-film yang disediakan. Namun, ruangan tersebut sepertinya hanya cukup untuk 1-4 orang. Lalu ada juga beberapa koleksi kamera analog dan alat-alat perfilman seperti proyektor tua yang dipajang di dalam Sinematek.

34

Setelah selesai menonton Tiga Dara dan melihat-lihat isi Sinematek, bersama Mas Budi kami diajak berjalan-jalan berkeliling Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail. Kami menuju lantai lima dimana merupakan ruang perpustakaan. Perpustakaan di gedung ini berisi berbagai naskah-naskah film dan buku-buku mengenai film. Kami menghabiskan waktu beberapa saat berada disana untuk membaca-baca buku atau hanya sekedar melihat-lihat koleksi buku yang dimiliki.

56

Kami juga berkesempatan untuk melihat cara perawatan roll film tua. Roll-roll film dibersihkan secara rutin dan dilakukan pengecekan apakah roll film tersebut masih dalam keadaan baik atau tidak. Kemudian, ratusan atau mungkin ribuan roll film disimpan disebuah ruangan yang suhunya sudah diatur sedemikian rupa. Bau menyengat tersebar di seluruh ruangan karena asam yang digunakan untuk mengawetkan roll film. Roll-roll film tersebut disimpan dalam wadah berbentuk lingkaran berbahan aluminium ataupun plastik, dan ada juga yang disimpan dalam koper kecil tua.

78

Selanjutnya, kami mampir ke Usmar Ismail Hall, yang merupakan auditorium pemutaran film dan konser yang terintegrasi pertama di Indonesia. Usmar Ismail Hall yang berkapasitas sekitar 500 orang ini sering digunakan untuk acara screening film dan pertunjukan teater maupun orchestra.

Dan setelah kami puas melihat-lihat isi Usmar Ismail Hall, maka berakhir pula Ngopi Jalan-Jalan kami ke Sinematek. Perjalanan menyenangkan ke tempat penuh sejarah dan banyak pengetahuan yang bisa kami dapatkan tentang film. Nantikan Ngopi jalan-jalan selanjutnya ya!

Author: rifdahyt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *