KOMPILASI PROGRAM KRU X VIDSEE : Farraz Akbar

Judul Program : Wani Nyunda

Meskipun saya dibentuk dari dua darah asli Sunda, darah Garut dan Tasikmalaya, dan terlahir di tanah Sunda, saya tidak terbiasa nyarios Sunda (berbicara bahasa Sunda) entah itu dengan keluarga apalagi dengan teman sebaya. Hanya beberapa aksen dan ungkapan Sunda sajalah yang tersisa di lidah saya, seperti téh atau mah. Pada akhirnya saya menyadari satu hal: saya tidak punya kebanggaan terhadap bahasa suku saya sendiri.

Nampaknya saya tidak sendiri, toh kebanyakan teman sebaya saya juga memilih untuk tidak berbahasa Sunda dalam kesehariannya. Lebih jauh lagi, fenomena ini bahkan meluas pada salah satu produk budaya: film. Tak jarang saya melihat pemuda penggiat film bersuku Jawa menggunakan bahasa Jawa sepenuhnya dalam film yang digarapnya. Namun, hal itu terjadi sebaliknya pada penggiat film bersuku Sunda. Bahkan pada beberapa film saya mendapatkan bahasa Sunda digunakan untuk mebedakan ‘orang kota’ dengan ‘orang desa’.

Maka dari itu, melalui program ini saya ingin mengapresiasi para penggiat film yang wani nyunda (berani berbahasa Sunda) dan menjadikannya bahasa utama dalam filmnya. Semoga program ini dapat mengingatkan para pemuda asal Sunda akan pepatah kolot baheula (leluhur): Ulah poho kana purwadaksi, purwa wiwitan, daksi wekasan (jangan lupa dengan diri sendiri, berasal dari mana, berdiam dimana, dan pulang kemana).

Daftar Film :

Lapar oleh Dendie Archenius

Jurig oleh Aria Gardhadipura

Angkringan oleh Fadil Muhammad

Nyakola oleh Hisyam Kamil Chandrazaman

Penghulu oleh Destri Tsurayya Istiqamah

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *