Salawaku : Pelajaran dari Timur Indonesia

Lewat film ini, Pritagita Arianegara menceritakan kehidupan seorang anak lelaki bernama Salawaku ; yang diambil dari nama sepasang senjata kecil khas Maluku. Kedua orangtuanya telah lama tiada. Ia dan kakaknya tinggal di pulau Seram, Maluku. Namun, suatu hal menyebabkan kakaknya, Binaiya harus pergi meninggalkan desanya ke Pulau Piru. Salawaku bersama Kawanua bertemu Saras yang kemudian bersama-sama melakukan perjalanan ke Pulau Piru, yang berakhir memecahkan masalah individual tiap tokoh yang sesungguhnya.

Mengambil latar tempat di Pulau Seram, Maluku,ditambah pengambilan gambar dan scene yang “aesthetically” tepat,membuat film ini sangat nyaman untuk ditonton. Film ini menyuguhkan kekayaan alam Indonesia yang tidak bisa ditemukan di film-film bertempat di kota-kota besar lainnya. Kita seakan dibawa berlayar menyusuri pantai-pantai cantik dengan air laut biru jernih di Indonesia Timur lewat kursi penonton.
Namun, saya sendiri sebenarnya kurang mendapat makna yang mendalam lewat film ini. Hal ini mungkin bisa disebabkan karena saya sendiri memang bukan fans dari film bergenre romance. Saya menilai konflik di film ini cenderung terlalu cepat selesai. Diawali dengan adegan Binaiya yang terapung sendirian, menangis, dan meraung di atas kapal ditengah-tengah lautan luas membuat saya berekspektasi lebih terhadap konflik batin yang tengah dia alami.

Tapi, secara keseluruhan, menurut saya film ini baik untuk ditonton. Saya sendiri merasa cukup menyerap pesan yang berusaha film ini sampaikan. Masalah yang dialami Binaiya dan Saras, selaku dua gadis dari daerah yang berlatar belakang yang sangat berbeda sebenarnya adalah sama. Mereka menanggung sakit yang sama ketika ditinggalkan orang yang dianggap berharga . Film ditutup oleh pesan dari Saras, “Hidup hanyalah tentang meninggalkan atau ditinggalkan,” cukup membuat saya merenung sampai lampu teater dinyalakan. Salut untuk Mbak Pritagita yang bisa menangkat cerita romance dalam latar belakang pedalaman Indonesia dimana biasanya penonton mengharapkan cerita dengan latar belakang yang sama berbau perjuangan dan pendidikan. A good one to watch!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *