Selamat Pagi, Malam: Perubahan yang Jamak pada Jakarta

Selamat Pagi, Malam (In the Absence of the Sun) berkisahkan tentang kehidupan 3 wanita yang akan mengalami perubahan tanpa menyinggung satu sama lain. Anggia (Adinia Wirasti) merupakan wanita yang telah lama tinggal di New York dan baru saja pulang ke tempat bermain saat kecilnya, Jakarta. Ia dihadapkan kepada teman Indonesianya di Amerika saat college, Naomi (Marissa Anita). Indri (Ina Panggabean) merupakan wanita penjaga handuk di pusat kebugaran yang berusaha mengubah status sosialnya. Ci Surya (Dayu Wijanto) merupakan wanita ‘baru janda’ yang menghadapi konflik hebat saat mengetahui ada sebuah kertas berisi nama wanita lain di bekas dompet mendiang suaminya.

Meskipun antar karakter tidak bersinggungan permasalahannya, tetapi permasalahan mereka tercakup dalam ruang dan waktu yang sama: Jakarta dan Malam. Film dimulai pada siang hari yang memperlihatkan Jakarta dan tumpahan manusia dengan kesibukannya masing-masing tanpa terlihat konflik yang terjadi. Kemudian pada malam hari, terjadi perubahan pada Jakarta termasuk masing-masing karakter. Munculnya toko-toko dan pedagang yang hanya muncul pada malam hari adalah salah satu contohnya. Perubahan yang dialami ketiga karakter tersebut juga seakan memang hanya bisa diperbincangkan secara hidup pada malam hari, begitu pula perubahan Jakarta yang menjadi selingan diantara perjalanan malam mereka (khususnya pada kisah Gia dan Indri) masing-masing, seakan malam membuat para karakter menjadi lebih jujur dengan apa yang mereka rasakan. Sangat menggelitik perubahan kehidupan Jakarta secara komunal.

Hal tersebut sangat menyeluruh hampir di setiap adegan. Dimulai dari adegan awal bagaimana Gia dibangunkan oleh suara radio dengan penyiar yang mengeluhkan macetnya Jakarta, ada juga siaran yang membahas kredibilitas calon legislatif yang semakin meragukan. Beberapa adegan lain juga sangat menarik seperti penamaan menu dengan bahasa asing yang lebih menarik seakan menonjolkan kelebihcintaan masyarakat akan bahasa lain, animo perbedaan restoran dan angkringan, telepon genggam yang menjauhkan interaksi langsung, juga narkoba dan seks bebas. Meskipun beberapa diantaranya hanya berkisar pada dialog, tetapi hal tersebut sudah menggambarkan perubahan Jakarta itu sendiri. Terlihat pula sisi malam Jakarta yang terasa baru menunjukkan dirinya pada malam hari, seperti tiga karakter utama di film ini.

Selain masalah umum tadi, setiap wanita di film ini juga punya konflik sendiri yang timbul akibat perubahan Jakarta. Pada Gia, misalnya, terlihat kegelisahannya akan perbedaan budaya saat ia mejadi dewasa (New York) dengan budaya saat ini (Jakarta) terutama pada isu hubungan sesama jenis. Jakarta dianggap memiliki pengaruh agama yang kuat dimana agama tersebut memang menentang hubungan tersebut. Juga bagaimana glamornya Jakarta sebagai ibukota yang terlihat tendensinya akan hidup kebarat-baratan, padahal Gia sebagai karakter yang tinggal lama di barat sebenarnya tidak seperti itu dan kaget akan perubahan-perubahan yang terjadi. Seakan ia pulang, tetapi tidak merasakan kepulangannya.

Sedangkan Indri terlihat mencoba berpindah status sosial ke yang (katanya) lebih baik dengan cara yang (secara nilai dan norma) tidak benar seperti berbohong status, mencuri, membeli barang palsu, serta kabur dari tanggung jawab untuk membayar. Tergambar pada nuansa warna hijau pada Indri sebagai simbol uang (materialis). Seakan Indri sangat berusaha memberi mandat untuk dirinya sendiri untuk memasuki kehidupan mewah Jakarta serta menyesuaikan diri akan perbedaan status sosial berdasarkan harta. Penggambaran Indri sebagai karakter yang ‘deso’ sangat terlihat di setiap adegan, terutama pada interaksinya pada Davit (Paul Agusta) dan Faisal (Trisa Triandesa), pria-pria yang baru dikenalnya.

Ada keunikan sendiri pada karakter Ci Surya. Kisahnya hampir tidak menyisipkan sama sekali problematika Jakarta di luar dirinya, tetapi lebih personal. Terdapat kesan kehilangan diri dari Ci Surya. Terlihat dari nama yang sudah menyandang nama suaminya, juga adegan Ci Surya yang banyak menggunaan cermin terdistorsi. Akulturasi budaya dan agama yang sulit digabungkan juga terlihat pada adegan ibadah China dengan penataan suara adzan, juga penolakan pada acara gereja di awal cerita.

Setelah menemui konfliknya, Ci Surya pergi menuju hotel yang tertera di nota tersebut, The Lone Star. Sebuah hotel yang menjadi benang merah Gia, Indri, dan Ci Surya. Kisah Ci Surya fokus terhadap balas dendam dan kebebasan diri. Terlihat dari bagaimana Ci Surya memutuskan untuk meniduri suami selingkuhan suaminya (yang sebenarnya gigolo) sebagai reaksi dari aksi suaminya dulu. Kebebasan diri Ci Surya terlihat dari bagaimana ia akhirnya menulis nama aslinya sendiri, Sarah, yang dapat diimplemantasikan sebagai dimulainya kebebasannya untuk lepas dari bayang-bayang suaminya dari segi harta, budaya, agama, bahkan nama.

Ketiga kisah tersebut juga berakhir dengan perubahan diri pada masing-masing karakter di tempat yang sama, The Lone Star. Momen malam yang akan diganti pagi tersebut didominasi dengan nyanyian indah Dira Sugandi (sebagai Sofia, selingkuhan suami Ci Surya) dengan background lampu membentuk juntai ondel-ondel. Film ditutup dengan jalanan flyover Jakarta yang sepi dengan langit berwarna pink: warna yang sangat wanita.

Selamat Pagi, Malam mempunyai jiwa yang kuat serta mampu merangkul banyak isu perubahan Jakarta tanpa mendistraksi isu utama yang ingin disampaikan dari kisah tiga wanita tersebut. Sungguh karya yang sangat autentik dari Lucky Kuswandi sebagai sutradara, penulis, dan penyunting. Pemilihan ‘Jakarta’ dan ‘Malam’ sebagai plot utama pada film ini merupakan kombinasi yang manis untuk menyampaikan perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat khususnya.

Judul: Selamat Pagi, Malam (In the Absence of the Sun)| Tahun: 2014 | Durasi: 92 Menit | Sutradara: Lucky Kuswandi |Produser: Sammaria Simanjuntak, Sharon Simanjuntak | Negara: Indonesia |Pemeran: Adinia Wirasti, Dayu Wijanto, Dira Sugandi, Ina Panggabean, Marissa Anita, Trisa Triandesa

Author: ilhamrijal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *