THE SIMPSONS (1989)

Masih teringat di kepala saya, ketika SD menunggu tayangan ini di sore hari, tepat setelah Saint Seiya diputar. Beberapa waktu setelahnya, jadwal putarnya dipindah ke malam hari dan saya masih tetap setia menanti kehadiran The Simpsons. Lahir dari tangan seorang komikus, Matt Groening, ia menamakan karakter The Simpsons dengan nama-nama anggota keluarganya sendiri (ia mengganti namanya sendiri dengan Bart). The Simpsons adalah tipikal kartun Amerika yang sarat violence dan kata-kata kasar. Seperti Bart yang suka menertawakan kebodohan ayahnya sendiri—Homer, ataupun humor tidak lucu yang selalu dibawakan film serial kegemaran Springfield, Itchy and Scratchy. Bahkan kadang saya berpikir, di mana pesan moral serial ini. Tapi toh, saya masih tetap tersangkut di serial ini.

Ah, ceritanya sendiri siapa yang tidak tahu. The Simpsons, seperti judulnya, berkisar tentang cerita-cerita abnormal keluarga Simpsons, yang terdiri dari sang ayah Homer (Dan Castellaneta), istrinya Marge (Julie Kavnner), dan ketiga anaknya Bart (Nancy Cartwright), Lisa (Yeardley Smith), dan Maggie (Nancy Cartwright). Homer, seperti yang kita semua tahu, bodoh keterlaluan, jahat, iri dan dengki. Menjadikan Springfield sebagai rumah bagi kejadian-kejadian ajaib yang melibatkan The Simpsons dan banyak tokoh-tokoh figurannya. Hal ini pula yang merupakan kelebihan dari serial yang sudah bertahan selama 21 season ini. Apa jadinya The Simpsons tanpa seluruh isi Springfield yang super aneh, Mr Burns yang kaya (dan tak punya hati) dan asistennya Smithers, tetangga Homer yang super baik dan sabar, The Flanders, pemilik bar Moe, teman Homer Lenny dan lebih dari ratusan penghuni Springfield yang telah membuat kota rekaan ini menjadi empire besar yang kedetilannya mungkin setara dengan Gotham City tempat Bruce Wayne tinggal.

Kelebihan lain serial ini adalah detil yang ditampilkan secara konsisten di setiap episodenya lewat opening sequence-nya yang dibuat berbeda setiap kali. Anda akan menanti-nanti tulisan apa yang akan ditulis Bart di papan tulis, lagu yang akan dimainkan Lisa, ataupun humor konyol yang ada ketika keluarga Simpsons bertemu di sofa depan TV. Oh, kalau ada yang sadar juga, di opening-nya, Maggie di-label dengan harga $ 847.63. Angka ini merupakan hasil penelitian yang merupakan biaya yang harus dikeluarkan sebuah keluarga untuk membesarkan seorang bayi setiap bulannya di Amerika. The Simpsons juga terkenal dengan penampilan para selebritisnya. Padahal para selebritis ini, termasuk di antaranya Elton John, Andre Agassi, Mick Jagger, bahkan Metallica, kadang hanya muncul secuil di serial ini. Di The Simpsons movie, bahkan Green Day (salah satu band kesukaan saya) dan Arnold Schwarzenegger muncul sebagai cameo. Baru-baru ini juga, iklan Nike terbaru untuk Piala Dunia 2010, Write the Future, menampilkan Homer dan Cristiano Ronaldo versi Simpsons.

Pertama kali menyempil sebagai sebuah tayangan pendek selama 30 detik di The Tracey Ullman Show (pada tahun 1987), The Simpsons telah memiliki lebih dari 400 episode sampai sekarang. Pertama kali mengudara pada tanggal 17 Desember 1989, The Simpsons telah meraih 24 penghargaan Emmy Awards diantaranya adalah 12 penghargaan Outstanding Voice-Over Performance, 10 penghargaan Outstanding Animated Program dan 2 penghargaan Outstanding Main Title Theme Music. Serial ini juga dinobatkan sebagai Best TV Series of Century (untuk abad 20) versi majalah Time, dan memperoleh tempat di Hollywood Walk of Fame di tahun 2000. The Simpsons merupakan film kartun pertama yang ditayangkan secara primetime sejak serial The Flintstones, yang kemudian diikuti dengan kesuksesan serial kartun tahun 1990-an, seperti South Park, King of the Hill dan Family Guy yang juga diputar mengikuti jadwal prime time. Bahkan serial South Park (yang tidak kalah sarkastik ini) membuat penghargaan kepada The Simpsons lewat episodenya yang berjudul “Simpsons Already Did It”.

Tahun 2007, The Simpsons menggebrak dengan film layar lebarnya. Yang trailernya merupakan salah satu trailer terbaik yang pernah saya lihat. Kalimat pembukanya berkata, “In a time when computer animation bring us world of unsurpassed beauty, one film dares to be ugly. The Simpsons Movie, in 2-D!”. Ya, mereka bangga menjadi kuning dan datar. Isu yang diangkat di film ini luar biasa “penting” yang disajikan dengan caranya sendiri, global warming. Di film inipun, Homer tetap bodoh dan humor yang ditampilkan luar biasa jenius. Versi layar lebar The Simpsons telah direncanakan dari tahun 1990, melewati lebih dari sedekade untuk berhasil diwujudkan, dan menghasilkan lebih dari 200 draft skenario yang dianggap ‘kurang bagus’ dan ‘tidak sesuai’. The Simpsons movie akhirnya meraih rating 7.6 di IMDB dan 89% di RottenTomatoes.

Berbagai pihak turut merayakan kemunculan The Simpsons movie. Salah satu franchise burger paling terkenal Burger King mempopulerkan “SimpsonizedMe”, sebuah permainan interaktif di mana kita bisa membuat karakter ala Simpsons dengan hanya memasukkan sebuah foto. Burger King juga membuat burger favorit warga Springfield, Krusty Burger dan membuat iklan yang menampilkan Homer yang ingin memakan Whoppers (menu andalan Burger King). Sebuah brand convenience store, 7/11 bahkan mengubah tampilan tokonya menjadi mirip dengan toko Kwiki-E Mart milik Apu.

Setelah semua itu, The Simpsons masih punya para pengikut setia. Komedi satir yang kadang menyerempat sisi politik, lingkungan hidup dan situasi kehidupan di Amerika, ini telah berubah menjadi fenomena global yang telah bertahan selama hampir 2 dekade. The Simpsons telah banyak menuai kontroversi, mulai dari beberapa orang tua yang menganggap Bart adalah contoh buruk bagi anak-anaknya ataupun berbagai buku yang berisi tentang pengaruh serial ini terhadap psikologi. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa The Simpsons telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan kita. Penggunaan-penggunaan catchphrase seperti “D’oh!” milik Homer ataupun istilah Bart “Aye, Caramba!” atau “Eat my shorts!” telah melegenda dan melebur di masyarakat. The Simpsons telah menggambarkan dengan baik kehidupan keluarga di Amerika dengan ke-dysfunctional-annya. Tak heran bahwa serial ini kemudian disebut-sebut sebagai The First Family of Animation dan masih terus menjadi TV serial kesayangan warga Amerika.

Homer: Sometimes I think we’re the worst family in town.
Marge: Maybe we should move to a bigger community.
Lisa: Dad, the sad truth is, all families are like this.

Fun Facts:

– Pada tahun 2001, kata “D’oh!” yang diucapkan Homer akhirnya dimasukkan ke Oxford Dictionary yang diartikan sebagai “Expressing frustration at the realization that things have turned out badly or not as planned, or that one has just said or done something foolish”.

– Menurut sebuah artikel yang ditulis oleh Alyson Grala dari License! Global bertajuk “Salute to The Simpsons”, kehebatan branding serial ini telah menghasilkan $ 5 milyar setiap tahunnya untuk royalti penggunaan brand The Simpsons.

– Para pengisi suara serial ini bahkan digaji hampir $ 400.000 untuk tiap episodenya.

– Di tahun 2009, untuk merayakan 20 tahun kehadiran serial ini, seorang penggemar fanatik The Simpsons, Mr Stott mencoba menorehkan namanya di Guinness Book of Records dengan menonton 451 episodenya tanpa tidur sekalipun. Ia hanya diberi kesempatan beristirahat selama kurang lebih 20 menit setiap menonton 3 episode. Ia harus memastikan matanya terus menempel ke TV, sehingga iapun tidak diperbolehkan melihat piring ketika makan.

Prisanti Putri

Author: cupris

6 thoughts on “THE SIMPSONS (1989)

  1. hah gue baru tau kalo simpson masih on air sampe sekarang o_O
    jadi pengen coba nonton dari season 1, kayanya menarik,tapi akan sangat lama kalo nonton 21 season, akan ngabisin 1 taun sendiri kayanya

    jadi pengen review serial tv juga deh

  2. Iya noy, masih tayang. Tapi ratingnya emang rada turun. Sampe ada artikel yang judulnya ‘Could Anything Killed The Simpsons?’. Sangking ini serial gak abis2 dan terus banyak yang nonton. Sama aja kayak kita nonton Doraemon kagak abis2. Karena selalu ada fans baru yang kecantol, makanya everlasting terus.

    haha, keduluan ya bahas serial TV. Ayo tulis tulis 😀

  3. Iya noy, masih tayang. Tapi ratingnya emang rada turun. Sampe ada artikel yang judulnya ‘Could Anything Killed The Simpsons?’. Sangking ini serial gak abis2 dan terus banyak yang nonton. Sama aja kayak kita nonton Doraemon kagak abis2. Karena selalu ada fans baru yang kecantol, makanya everlasting terus.

    Bisa kok noy, gak sampe setahun. 1 episode kan cuma 22 menit, ada sekitar 470an episode. Yaaah gak sampe setahun kok 😛

    haha, keduluan ya bahas serial TV. Ayo tulis tulis 😀

Comments are closed.