X-Men Apocalypse : A Tale Long Ago

X-Men : Apocalypse adalah film ketiga karya Bryan Singer dalam seri X-Men, film yang diangkat dari komik Marvel ini tayang 18  Mei lalu. Bryan Singer telah mendireksikan tiga film X-Men terdahulu yaitu X-Men : Days of Future Past, X2, dan X-Men. Meskipun tidak mendireksikan X-Men : First Class dan X-Men Origins : Wolverine, tetapi Singer merupakan produser film tersebut. Banyak yang menghubungkan Apocalypse dengan D.O.F.P. dan First Class dikarenakan kedua film ini menceritakan masa lalu X-Men dan diperankan oleh mayoritas tokoh yang sama dengan Apocalypse. Belum lagi karena latar belakang tahun dalam film ini adalah sekitar 1980an yang berarti tidak lama setelah D.O.F.P. dan First Class.

Singkatnya, X-Men : Apocalypse menceritakan tentang mutant pertama yang pernah ada, yang dikenal sebagai Apocalypse. Mutant ini telah ada beriburibu tahun yang lalu dan dikenal sebagai yang terkuat dari semua. Kemanapun ia pergi ia akan memiliki 4 pengikut yang setia, seperti the eye and the four horsemen. Dalam film ini diceritakan bagaimana Apocalypse merekrut ke-empat pengikut setianya untuk mengubah dunia yang menurut nya telah mengikuti Tuhan yang salah (dirinya lah Tuhan yang benar). X-Men yang dipimpin oleh Profesor X tentunya mencoba menghentikan Apocalypse dalam menghancurkan dunia.

Secara sinematografi, dilihat dari cara pengambilan kamera, pergantian scene, penempatan latar dan sebagainya, Bryan Singer sudah tidak diragukan lagi. Saya tidak memiliki komentar terhadap sinematografi director ini, tidak ada yang kelihatan janggal maupun yang cukup unik untuk dibicarakan. Secara sound effect dan pensuasanaan situasi juga sudah dengan baik tersusun. Lumayan dapat suasananya saat keadaan puncak dan tegang (Final Battle Apocalypse dengan X-Men), maupun saat sedih (Magneto kehilangan keluarganya, istri dan anaknya).

Saya lebih tertarik dalam membahas storyline dan karakter tiap tokoh dalam film ini. Secara alur cerita, X-Men : Apocalypse menceritakan keadaan dunia sekitar tahun 1980 dimana Sekolah Xavier yang dikepalai oleh Charles Xavier a.k.a. Professor X (James McAvoy) untuk anak berbakat telah berjalan dengan baik dengan banyak murid, Hank McCoy a.k.a. Beast (Nicholas Hoult) juga masih membantu professor dalam mengelola sekolah tersebut. Sementara Erik Lehnsherr a.k.a. Magneto (Michael Fassbender) tengah menyembunyikan identitasnya dan hidup sederhana dengan keluarganya di sebuah kota kecil. Sampai agen FBI Moira MacTaggert (Rose Byrne) yang sedang menyelidiki aktivitas aneh di Mesir, menemukan kemungkinan akan adanya mutant yang paling pertama (Apocalypse) dan bangkitlah Apocalypse. Jean Grey (Sophie Turner) yang saat itu masih remaja, mendapati mimpi buruk tentang berakhirnya dunia, yang sebenarnya disebabkan oleh kebangkitan Apocalypse. Perlu diketahui bahwa dalam X2, Jean Grey ‘meninggal’ dalam upayanya untuk menyelamatkan X-Men lainnya saat bendungan retak dan terjadi banjir besar, namun dalam X-Men : The Last Stand, Jean Grey muncul kembali, dan dijelaskan bahwa kekuatannya telah membuat semacam kepompong disekitarnya dan membuat Jean Grey tetap bertahan. Dalam X-Men : The Last Stand, Professor X juga sempat menyinggung tentang Jean sebagai mutant kelas 5 dan merupakan mutant terkuat yang pernah ditemuinya, dan untuk melindungi Jean dari kekuatannya sendiri, Professor X membuat semacam sirkuit di pikiran Jean agar Jean dapat selalu mengontrol kekuatannya. Ternyata hal ini justru menyebabkan munculnya pribadi lain dalam diri Jean yang dikenal sebagai The Phoenix dengan kekuatan full. Informasi ini lantaran berhubungan dengan X-Men : Apocalypse dimana Jean Grey dapat mengeluarkan kemampuan maksimalnya. Kemudian ceritanya berlanjut dengan kemunculan Mystique (Jennifer Lawrence) yang karena aksinya dalam D.O.F.P., dimana ia menodongkan senjata ke presiden Amerika namun tidak menembaknya, menginspirasi banyak mutant-mutant muda sehingga Mystique menjadi panutan mereka. Termasuk Ororo Monroe a.k.a. Storm (Alexandra Shipp) yang saat itu mengidolakan Mystique dan kemudian direkrut menjadi salah satu horsemen. Apocalypse muncul dan merekrut 4 horsemen yang adalah Magneto, Storm, Angel (Ben Hardy) yang pernah muncul di X-Men : The Last Stand, sebagai X-Men yang protagonist, dan Psylocke (Olivia Munn). Cerita dilanjutkan dengan peperangan yang akhirnya dimenangkan oleh X-Men dan dengan klimaks yang kurang mantap untuk saya, karena di akhir peperangan, director menunjukan kemampuan asli Jean, yang dengan mudah mengalahkan Apocalypse. Sehingga muncul pertanyaan tentang kegunaan X-Men lainnya yang ada disana dan apa tujuan director membuat semua X-Men terlibat jika hanya diakhiri dengan Jean yang super powerful? Endingnya sedikit mengganggu saya.

Ada beberapa kejanggalan yang terdapat jika storyline X-Men coba diurutkan berdasarkan latar tahun dalam film. Salah satu contohnya, Angel yang direkrut oleh Apocalypse sebelumnya muncul di The Last Stand dengan sayap putihnya, sementara dalam X-Men : Apocalypse, Apocalypse mengubah sayap angel dari saya putihnya menjadi sayap besi yang sangat kuat. Padahal secara timeline harusnya Apocalypse terjadi lebih dahulu. Secara timeline dalam universe X-Men harusnya The Last Stand ada setelah Apocalypse, sehingga tidak diberi kejelasan mengapa sayapnya Angel kembali seperti awal dalam The Last Stand. Selain itu, Nightcrawler a.k.a. Kurt Wagner (Kodi Smit-McPhee) muncul dalam film ini dengan diselamatkan oleh Mystique dan sudah memperkenalkan diri, namun Nightcrawler juga muncul di X2, dengan perkenalan diri yang sama dan kekaguman yang sama dengan Mystique, seperti terjadi pengulangan. Dalam film ini, wolverine masih digunakan oleh Kol. Stryker sebagai Weapon X. Padahal jika dihubungkan dengan dengan film D.O.F.P., Wolverine diangkat dari dalam laut oleh Mystique yang menyamar menjadi Kol. Stryker. Tidak diceritakan apa yang terjadi sehingga Wolverine bisa berakhir tetap sebagai weapon X. Meski begitu, dalam sebuah wawancara direktur Wolverine sempat menyebutkan tentang hidup, bagaimana walaupun terjadi perubahan di masa lalu nasib seseorang bisa tetap berakhir di tempat yang sama. Hal ini kemudian mungkin menjelaskan apa yang terjadi pada Wolverine.

Jika dihubungkan dengan komiknya, maka film ini jadi lebih menarik karena dari komik, penonton jadi lebih mengenal tokoh-tokohnya. Seperti Nightcrawler dan Quicksilver, yang memegang peranan penting dalam film ini walaupun keduanya hanya sempat muncul dalam satu film X-Men sebelumnya. Jika didasarkan pada komik, Nightcrawler seharusnya merupakan anak dari Mystique dan Azazel (X-Men : First Class) namun di film ini tidak disinggung, sedangkan Quicksilver merupakan anak dari Magneto (disebutkan juga dalam film). Dalam film ini juga terdapat cuplikan film Marvel berikutnya setelah credit. Dalam cuplikan ini terlihat orang dengan jas memasukan sebuah sampel darah dengan label ‘Weapon X’ kedalam sebuah koper dengan ukiran Essex Corp. Essex Corporation merupakan sebuah perusahaan milik Nathaniel Essex yang dikenal sebagai villain, Mr. Sinister. Dalam komik disebutkan bahwa Nathaniel Essex kemudian menggunakan sampel darah tersebut untuk membuat percobaan seperti Wolverine, yang mejadikan X23, Mutant wanita dengan kekuatan seperti Wolverine.

Secara keseluruhan menurut saya film ini menyenangkan untuk ditonton. Dan mungkin karena saya memang tertarik terhadap definisi dari mutant dan kemungkinan kemungkinan kekuatannya, saya menikmati film ini dengan baik terlepas dari beberapa hal yang kurang masuk akal. Untuk para penonton yang megharapkan X-Men : Apocalypse merupakan lanjutan dari D.O.F.P. ataupun First Class mungkin akan kecewa karena jalur hubungan cerita keduanya kurang dijelaskan.

 

X-Men : Apocalypse | 2016 | Durasi: 144 menit | Sutradara: Bryan Singer | Negara: Amerika Serikat | Pemeran: James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence, Nicholas Hoult

Author: wanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *